sudah lama sekali tidak menulis,, beberapa minggu belakangan ini memang penuh segala-galanya, mulai dari tugas yang ga selesai2, ujian, dan yang terakhir, ya sekarang2 ini, liburan,, miskin topik sekali untuk diceritakan,, hehe, ga seperti biasanya, selalu ada ide untuk dituang, tapi sekarang, ladang ide itu seperti dilanda kemarau panjang,, dan akhirnya mungkin pengalaman pribadi ini yang bisa diceritakan.. 

gw sebenernya membutuhkan waktu sampai memutuskan untuk menulis tentang cerita ini,, iya, selain karena ini menyangkut orang lain, cerita ini juga bakal memaparkan gimana sih gw itu, pandangan gw, prinsip gw soal masalah hubungan, cinta, entah lo menyebutnya apa..

gw ga mau terlalu menjelaskan detail kejadian yang gw alami ini, yang jelas, ada seorang gadis yang menyatakan perasaannya ke gw,, lewat sms singkat, gadis itu menuliskan pesan yang sangat straight to the point,, gw sempet ga yakin kalo yang dimaksud gadis itu adalah gw..

gw termasuk orang yang menyukai seseorang dengan hati bukan emosi, dan dengan perasaan bukan nafsu,, gadis itu adalah model dan hanya tinggal menunggu waktu untuk menjadi bintang,, bohong kalo gw bilang dia ga cantik, munafik kalo gw bilang dia ga menarik, dan omong kosong kalo gw bilang gw gak tertarik,, tapi, gw termasuk pribadi yang mengikuti kata hati, dan dengan sangat minta maaf, kata hati gw menolak untuk itu..

gw sama sekali ga mempermasalahkan status dia yang mantan kakak gw,, gw ga melihat orang lain dari masa lalunya, yang penting bagaimana dia bersikap sekarang.. dia sempat mempertanyakan itu ke gw apakah itu alasannya, dan gw menjawab dengan argumen tersebut..

sayangnya, gw memang orang yang pemilih bahkan terlalu memilih,, ini bertentangan banget dengan fakta kalo gw hampir berumur 20 tahun dan masih single,, menurut gw, persetan lah dengan status, jujur aja, gw sangat menikmati kesendirian, walaupun memang terkadang ada aja pikiran2 yang mengganggu yang menuntut gw untuk menjalin sebuah hubungan..

hidup ini memang penuh ironi,, dan mungkin karena itu mengapa manusia memiliki kata hati,, menurut gw kata hati itu adalah penuturan terjujur dalam diri manusia,, jika kita melihat lebih ke dalam lagi, selalu ada sebab dan akibat untuk setiap keputusan yang dibuat,, itulah yang harus kita cari tahu.

mungkin gw adalah pribadi hina yang selalu menutup diri,, terserah anggapan orang apa,, mungkin dengan cerita ini, gw bakal ditertawakan,, gw sama sekali ga peduli pikiran orang lain tentang gw, yang penting adalah hidup sesuai prinsip dan tentunya kata hati sendiri..

terakhir, untuk gadis itu..

maaf, sekali lagi maaf,, gw sama sekali ga bermaksud menyinggung dengan menulis cerita ini,, gw emang ga yakin kalo seandainya gw mengatakan “iya, let’s do it” waktu itu, hubungan itu bakal berlangsung baik dan seperti yang diharapkan,, terlalu banyak pemikiran yang ada di pikiran, sehingga bercampur aduk dan membuat gw bener2 bimbang,, di kondisi bimbang seperti itu, gw lebih baik mengatakan tidak dari awal, daripada nantinya bakal menyakiti lebih, mungkin ga cuma dia, tapi justru gw sendiri..

cinta memang terkadang tak seindah bunga mawar

pada akhirnya, sebagai penutup cerita gw kali ini,, gw cuma bisa berharap supaya gadis itu bakal menemukan sosok yang jauh lebih baik dari gw, klise memang, tapi ini isi kata hati yang seperti kata gw tadi, adalah tuturan terjujur dalam diri,, ya, i’m just not the right guy..