jika saya boleh mengatakan sebuah penyakit kronik yang menyerang hampir seluruh rakyat bangsa ini, maka saya akan terpikir tentang miskinnya kepedulian sosial,, sepertinya kita ini hanya hidup untuk kita sendiri, orang lain ya masa bodo, oportunis, egoistis, yang penting diri ini senang,,
ada alasan mengapa saya menyimpulkan hal ini,, ada sebuah kisah nyata dan miris, sampai2 saya berharap bahwa kejadian itu hanya mimpi,, seorang ibu hamil 7 bulan dan anaknya yang berumur 5 tahun meninggal dunia karena KELAPARAN.. oh, sungguh, saya sempat tak bisa berkata-kata saat mendengar itu di berita, hanya istighfar dalam hati yang sanggup dilantunkan..
mengapa ini bisa terjadi, tanyakan hal itu dengan para tetangganya, kepala RT-nya, bahkan gubernurnya sekalipun,, kalo memang kejadian ini bisa diibaratkan, maka mereka bagaikan tikus yang mati dalam lumbung padi,, sungguh seperti tidak ada jalan lain selain menunggu ajal ketika fisik tak sanggup lagi menahan tak makan selama 3 hari..
kejadian itu terjadi di makassar, kota dimana selalu saja jadi pusat pemberitaan nasional selama beberapa waktu terakhir ini,, entah kenapa, tapi tanpa bermaksud menyinggung siapa pun, saya juga tidak tahu apa yang salah sebenarnya dengan kota ini,, mulai dari pilkada yang tak berujung, mahasiswa yang berlaku anarkis seakan2 tidak memiliki sedikit pun edukasi, dan yang terakhir meninggalnya sepasang ibu dan anak ini..
mungkin sudah terlalu banyak masalah di negeri ini sampai2 para pemimpin, mulai dari pusat sampai ke tingkat terendah sekalipun sibuk dengan urusan ini itu tanpa memikirkan kondisi rakyatnya,, sungguh ironis di negeri yang terkenal ramah dan peduli tapi tak tahu kalau tetangganya sedang kelaparan..
ah, sudahlah,, ini memang hanya satu dari seribu penyakit yang menyerang negeri ini.. harus ada perbaikan dan perubahan,, kalau memang negara ini bisa diubah dan mau berubah menjadi lebih baik, maka kemiskinan dan kesengsaraan rakyat hanya akan menjadi cerita lalu,, tapi jika perubahan itu hanya sebuah wacana, saya yakin, sampai dunia ini berakhir pun, rakyat negeri ini masih menderita..
for better indonesia!

March 4, 2008 at 11:03 am
mungkin bukan nggak tau. tapi mereka sendiri juga nggak berlebih, dan (sedihnya terpaksa) nggak bisa membantu.
kemiskinan kultural, bay.
March 8, 2008 at 9:08 am
sekarang coba mulai dari areal terdekat diri kau bay…
sudahkah dikau peduli sama kaum kelaparan di bandung? or lebih spesifiknya di bandung utara > cisitu > cisitu indah ….?
*peace
March 14, 2008 at 7:00 am
selama tiga tahun terakhir anggaran pengentasan kemiskinan naik 2,8 kali, namun jumlah orang miskin semakin meningkat (metro tv, 27/12/07)
di tana toraja premium meroket hingga rp 50.000 perbotol (metro tv, 27/2/08)
anggaran pln yg rp 68,5 triliun dipangkas pemerintah rp 10 triliun. pln pun harus membeli bbm dg harga komersial. akibatnya, pln akan memberlakukan sistem insentif-disinsentif listrik yg berlaku mulai april 2008 (media indonesia, 6/3/08)
berdasarkan data depkes, jumlah balita kurang gizi dan gizi buruk mencapai 4,1 juta jiwa (kompas, 10/3/08)
penderita aids di jakarta hingga akhir 2007 mencapai 4874 orang. pada tahun 2004 jumlahnya baru 2219 orang. korban tewas sudah 519 orang (kompas, 8/3/08)