May 2008


kalau saja ada survey ke hampir seluruh kalangan masyarakat sosial di negara ini saat ini juga tentang isu sosial apa yang kini sedang marak dibahas belakangan ini atau katakan saja, apa yang sedang dipikirkan dalam beberapa waktu ke depan,, maka, saya yakin lebih dari 80% atau mungkin 90% menjawab rencana pemerintah menaikkan harga BBM dalam negeri..

tentu saja rencana ini menghadapi reaksi keras dari masyarakat khususnya mahasiswa, yang dikenal sebagai orang intelektual dan calon pemimpin bangsa.. selanjutnya mungkin ada pertanyaan, apakah kebijakan ini beralasan?? jika melihat fakta di lapangan dan kenyataan pahit yang sedang menghantam perekonomian dunia, saya bisa bilang bahwa kebijakan ini beralasan..

apakah itu berarti saya setuju dengan kebijakan menaikkan BBM? saya tidak bilang eksplisit bukan? oke, awal mula kebijakan ini adalah melonjaknya harga minyak dunia hingga menembus rekor fantastis 125 dolar per barel.. tentunya, fakta ini membuat perekonomian dan stabilitas harga dalam negeri menjadi kocar kacir..

APBN kita terancam hancur karena hampir setengah APBN kita atau sekitar 230 trilliun rupiah terkonsentrasi HANYA untuk subsidi BBM dalam negeri.. lantas mau dikemanakan anggaran pendidikan, kesehatan, sosial, atau hankam? apakah rakyat rela jika alokasi biaya pemerintah untuk sektor sektor paling riil dan menentukan itu dipotong, saya yakin pasti akan ada unjuk rasa besar besaran lagi untuk mengurangi biaya pendidikan, menggratiskan fasilitas kesehatan, bla bla bla..

sebenarnya yang saya soroti disini sesuai dengan judul tulisan saya kali ini adalah unjuk rasa mahasiswa yang kian hari kian anarkis.. apakah masalah dapat selesai jika kita berunjuk rasa menyeret babi, membakar ban di jalan, berkelahi dengan polisi, atau cara-cara lain yang tidak tahu malu??

apakah mahasiswa kita semakin tidak intelek dengan hanya turun ke jalan melakukan unjuk rasa secara anarkis yang tadi saya bilang TANPA MEMBERIKAN SOLUSI..?? mudah sekali untuk menentang kebijakan pemerintah dengan unjuk rasa tapi kemudian membuat pemerintah berpikir kembali untuk mencari solusi alternatif lain..

bukankah sebaiknya mahasiswa sebagai individu intelektual tidak hanya mengandalkan emosi tapi juga akal pikir mereka untuk memberikan solusi? intelektual menurut saya adalah kritis dan berpikir.. tapi yang terjadi sekarang justru hanya kritis yang dipegang tanpa berpikir,, yah beginilah nasib negara kita, bilamana para pemikir pemikir muda enggan untuk berpikir..

cara paling mudah untuk memberikan solusi adalah mengambil ide orang lain,, ya, media-media dengan jelas membeberkan beberapa alternatif solusi yang bisa diambil pemerintah selain menaikkan harga BBM,, apakah sulit jika para pengunjuk rasa itu berunding, menyamakan pikiran, dan memilih solusi mana yang mereka setujui,, sulitkah?? saya rasa tidak..

jika memang malas untuk berpikir, lebih baik diam saja, ikut saja kebijakan pemerintah, seperti langkah yang diambil institusi tempat saya mengembangkan diri ini.. entah karena para mahasiswanya pura-pura tidak tahu, pura-pura bodoh, atau malah yang lebih parah, tidak perduli.. tanpa bermaksud menyinggung siapa pun, tapi inilah realita yang ada di sebuah institusi terbaik bangsa yang seharusnya bisa memberikan solusi bagi bangsa ini keluar dari permasalahannya..

lagi-lagi saya bertanya, dimanakah intelektualitas kita?

oke, cherrio!!

hmm sulit untuk memulai dari mana cerita ini,, judulnya pun diambil dari perkataan seorang sahabat yang sangat mengerti arti kalimat tersebut.. ya, saya sekarang sedang memegang dua vas kristal, anggap saja satu dari iran dan satu dari eropa.. hah, dari mana ungkapan itu datang, seorang sahabat itu tahu persis, sedangkan saya masih membayangkannya di awang-awang..

vas kristal itu tentunya sangat berharga, berbeda dengan vas lain kebanyakan.. dan pahitnya, itu bisa pecah kapan saja kapan pun saya lengah memegangnya, atau mungkin melepaskannya salah satu dengan perasaan entah apa, mungkin berat atau melegakan di satu sisi..

filosofi dari hal ini mungkin adalah jangan menjadi orang yang oportunis yang ingin memiliki kedua vas berharga itu atau di satu sisi anti oportunis dengan melepaskan satu vas berharga kita begitu saja padahal kita sangat, katakan saja, menyayangi vas itu,, nah, jadi bingung kan? tapi memang situasi ini bisa dipandang dari dua sisi yang sangat bertolak belakang..

menjadi orang yang memilih, memang sangat tidak mudah,, coba jika kita ada dalam situasi seperti ini, dimana sulitnya untuk menentukan pilihan.. pada akhirnya memang ada sebuah tujuan akhir untuk memiliki sebuah vas kristal itu untuk dijaga seterusnya.. nah, masalahnya, apa mudah memilih yang mana yang akan kita tinggalkan,,

pertanyaan selanjutnya adalah jika kita telah memilih sebuah vas, bagaimana caranya meletakkan vas yang lain.. karena kita memegang vas yang kedua-duanya cukup besar dan butuh usaha yang cukup besar untuk memegang keduanya di depan dada kita.. intinya tidak mudah meninggalkan sebuah vas tersebut..

apakah kita akan melepaskannya begitu saja dan merelakannya untuk pecah berkeping-keping,, nah disinilah dibutuhkan pemikiran masak masak dan dewasa.. pelik sih, tapi itulah, bukankah manusia hidup untuk membuat keputusan,,

sebagian orang mungkin berpikir kita tidak akan mungkin mengalami situasi hidup seperti ini,, yah, kembali kepada filosofi hidup yang kadang mengejutkan dan tak tertebak, kita harus siap menghadapi semua kondisi yang mungkin terjadi..

well, cheerio!!

blog ini memang hampir membeku, sedikit lagi mengeras karena tak tersentuh,, gw sendiri punya kewajiban moral setidaknya untuk diri gw sendiri buat mencairkan kembali mood itu, ide itu, inspirasi itu, untuk dituangkan kembali dalam rentetan kata acak yang diharapkan bermakna..

cerita ini semakin mengukuhkan persepsi, asumsi, dan pemikiran gw sebelumnya tentang sebuah band yang membawa perubahan, SORE, dalam tulisan beberapa waktu lalu.. mungkin jika ingin diungkapkan alasan lain mengapa menulis tentang hal ini, karena jujur, gw butuh sesuatu yang menjadi bukti atau setidaknya dapat dibaca di masa depan bahwa gw pernah mendatangi sebuah konser sensasional dari salah satu band terbaik sepanjang masa di negara ini..

walaupun itu berarti gw melewatkan momen bersama keluarga yang tengah merayakan hari ulang tahun anak bungsu keluarga kami, mudah2an gw tidak menyesal,, masih ada lain waktu untuk sebuah perayaan, apalagi hanya ulang tahun, yang kalo dinilai secara filosofis, maka umur kita terus berkurang.. tapi untuk sebuah acara band ini, sepertinya tidak ada waktu lain, kemarin adalah waktu yang tepat dan mungkin tidak akan terulang acara seperti ini lagi dalam beberapa waktu ke depan..

konser SORE di opulence dago malam itu dibuka oleh sebuah band indie ’shoegaze’, CASCADE, yang menurut persepsi gw pribadi, mirip pure saturday.. dan tentu saja, walaupun sebagian orang di kafe itu tidak begitu mengapresiasi mereka,, di pikiran gw, mereka dapat menjadi the next pure, jika terorganisir dengan baik tentunya dibumbui keberuntungan..

SORE malam itu tampil dengan pakaian rapi serba hitam, kecuali BEMBYGUSTI, sang drummer, dengan kemeja merah dan ves hitam yang terlihat tampil stylist sekali malam itu.. AWAN GARNIDA seperti biasa dengan jas dan kupluk hitamnya, ditambah kaca mata hitam cukup memperlihatkan dia mempersiapkan diri dengan maksimal..

REZA, ADE PALOH, MONDO, sepakat untuk mengenakan kemeja hitam dengan style mereka masing-masing.. MONDO tampak seperti profesor malam itu seperti kata awan, degan kacamata hitam khas cuomo,,

non stop lagu dari album barunya PORTS OF LIMA dimainkan mulai dari Bogor Biru hingga Apatis Ria, lengkap dengan atribut additional player untuk flute dan saxophone yang tak kalah memukau, mereka memang memegang malam itu dengan sangat baik..

untuk gw sendiri, ini ke-2 kalinya gw nonton dengan duduk di sofa di depan panggung dengan segelas fruit punch setelah sebelumnya konser white shoes.. dan ini benar-benar termasuk sebuah konser yang bakal teringat seumur hidup..

di tengah sesi, awan menghadirkan tamu istimewa malam itu, anggota the TIELMAN BROTHERS,, maaf, gw lupa nama “seorang bapak yang tidak nampak tuanya namun tidak bisa membohongi umur tetapi memainkan dua lagu rock n rool dengan sangat brilian”,, gw sendiri sampai tidak yakin apakah dia sudah berumur 60-70 tahunan,, ah, dia masih bisa seperti ELVIS yang cuma gw liat di TV dengan aksi panggung yang out of ordinary..

setelah membawakan semua lagu dari PORTS OF LIMA, SORE membawakan encore dengan No Fruits for Today dan Pergi Tanpa Pesan, yang membawa penonton untuk sing a long dengan mereka.. konser brilian itu pun berakhir, terlalu cepat gw pikir, kalau memang ingin egois, gw ingin mereka menyanyikan semua lagu centralismo-nya juga,,

konser itu memang berakhir, tapi hanya untuk sebagian orang,, buat gw sendiri, ini adalah kesempatan untuk mendapatkan tanda tangan mereka,, gw memang merencanakan untuk membeli CD mereka di konser ini, siapa tahu dapat diskon atau mungkin bonus, tapi hal itu tidak terjadi.. tapi ada hikmah yang lebih besar daripada sekedar bonus, ya, gw bisa langsung mendatangi artist room mereka untuk meminta tanda tangan dan foto bersama..

kalau saja gw membeli CD itu satu minggu sebelumnya, belum tentu gw bakal ingat membawa CD itu ke venue,, singkat kata, gw memberanikan diri mendatangi personel SORE satu per satu untuk meminta autograph mereka dan sekedar meminta foto bareng,, gw telah mendapatkan 4 tanda tangan mereka minus BEMBY..

sebenarnya hampir putus asa karena dia tidak juga kunjung muncul di ruangan itu, hampir saja langsung pulang,, untungnya, teman nonton konser gw, ikhson, bilang sayang banget, tunggu aja.. ya, akhirnya, setelah sampai di luar kafe, gw balik lagi masuk ke dalam.. dan untung saja, gw langsung bertemu BEMBY tanpa pikir panjang meminta dia menuliskan sesuatu untuk gw di CD itu..

yeeah! lengkap semua, lega rasanya.. perasaan yang ‘unspoken’, terlalu estatik.. mungkin berlebihan, tapi menurut gw proporsional.. semoga saja masih ada kesempatan untuk menyaksikan penampilan ke 5 orang jenius ini kembali..

cheerio!!