dipaksa mati
ketika amarah tak kunjung padam
yang tersisa hanyalah kejam
tak ada yang sanggup meredam
hari esok pun menjadi kelam
anak kami tinggal sejarah
keluarga kami tercabik resah
mereka anggap ini lumrah
untuk sesuatu yang salah arah
jantung kami berdetak kritis
darah kami tercium amis
dalam surau bercermin miris
sudah tak guna kami menangis
rumah kami kubur kami
kami tak kenal lagi kata aman
peluru terlihat berjalan pelan
ketika manusia lupa akan peran
habis sudah semua perasaan
kami tahu hidup ini tak abadi
tapi kami terus dipaksa mati
di tengah-tengah bara api
hingga tak kuat menahan peri
*rangkaian kata ini terinspirasi dari agresi zionis ke ranah palestina yang terus membabi buta tanpa mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan. belum ada tanda-tanda akan berakhir. dengan harapan yang semakin menipis, tangan Tuhan-lah yang akan berperan.
January 9, 2009 at 9:41 am
yea.. couldn’t be more agree than this.
for God’s sake, stop the war!!
January 14, 2009 at 4:54 pm
yaah doain aja bayu. akhirnya gw baca blog lo lagi ni, dah lama baget ga mampiiir ehehehe.
July 2, 2009 at 11:35 pm
[...] *judul tulisan ini terinspirasi dari tulisan bayu tentang jalur gaza yg berjudul “dipaksa mati” [...]